I. LEADER AND
LEADERSHIP
KOMPETENSI SUBTANSI KAJIAN :
Mahasiswa mampu menjelaskan urgensi kepemimpinan
Kristiani menurut visi dan pengalamannya.
INDIKATOR HASIL BELAJAR :
Membedakan pemimpin dan kepemimpinan. Kepemimpinan umum dan kepemimpinan Kristiani.
Menjelaskan hakikat kepemimpinan Kristiani dan
urgensinya bagi mahasiswa.
Mahasiswa termotivasi untuk mengembangkan bakat
serta potensi kepemimpinan yang ada di dalam dirinya.
URAIAN
MATERI
A. LEADER (pemimpin)
Kata
kemimpinan, berasal dari akar kata pemimpin (leader) yang berarti orang yang
memimpin, berjalan di depan menuntun sejumlah orang/kelompok berdasarkan
pengaruh yang dimilikinya menuju suatu tujuan bersama (menggerakan/
mempengaruhi bawahanya guna melaksanakan tugas – pekerjaan ke arah tujuan). Menurut Leighton pemimpin berarti “ Take the lead and more people to
follow them “. Dalam Kamus besar bahasa Indonesia , memimpin diartikan
sebagai memegang tangan seseorang sambil berjalan untuk menuntun, menunjuk
jalan, membimbing dan memandu.
Dari pemahaman di atas seorang
pemimpin seharusnya adalah pribadi yang memiliki pribadi elemen dasar yang baik seperti karakter,
integritas, kemampuan kecakapan khusus dan hubungan yang baik dengan bawahan
serta punya komitmen terhadap kepemimpinannya. Karena itu seorang pemimpin
harus memiliki kriteria :
-
The leader is who knows the way
(mengetahui jalan yang akan ditempuh).
-
The leader is who shows the way
(mampu menunjukkan jalan yang akan ditempuh itu.
-
The leader goes by the way (mau
berjalan di depan memimpin orang-orang yang akan dipimpinnya.
Selain kriteria-kriteria di atas, ia juga
harus memiliki kekuatan (strength) ; penguasaan diri (self mastery), kekuatan
tindakan (action) dan kekuatan hubungan (relationship). Pemimpin harus memberi
tuntunan, mau berjalan di depan memberi contoh kepada orang-orang yang
dipimpinnya). Seorang pemimpin akan berhasil dalam tugasnya bilamana
mengombinasikan criteria di atas dan ketiga kekuatan (strengths) itu secara
utuh, menyeluruh, dan terpadu.
Pemimpin dan kepemimpinan belum tentu identik. Seorang pemimpin
belum tentu berjiwa pemimpin, sebab bisa jadi ia berkedudukan pemimpin karena
memaksakan diri.Beberapa prinsip dasar tentang kepemimpinan dapat kita lihat
dari ilustrasi berikut ini. Sekelompok
wisatawan terdampar di satu pulau kecil karena kerusakan kapal. Di antara
mereka terjadi perbedaan pendapat. Sebagian ingin berdiam di situ menunggu
pertolongan, sebagian ingin berjalan mencari desa terdekat untuk meminta
pertolongan. Dalam keadaan seperti ini dibutuhkan seorang pemimpin (Sebenarnya
pemimpin sudah ada pemansu wisata, tetapi dia tidak mampu mengendalikan situasi
itu, mungkin ia ketakutan, dan bingung menghadapi perbedaan-perbedaan pendapat
yang terjadi. Dalam situasi seperti itu muncul seseorang yang secara wajar
menjalankan kepemimpinan. Ketika semua orang cemas, ia tetapm tenang. Ia bisa
menenteramkan kelompok dari kecemasan. Ia menjadi penengah dalam pertikaian
pendapat. Ia mampu meyakinkan kelompok untuk melakukan sesuatu. Ia menawarkan
jalan keluar yang akseptabel di mata tiap anggota kelompok. Pemimpin yang
informal inilah yang menjalankan kepemimpinan.
Ada beberapa yang dapat kita lihat dari
ilustrasi di atas :
a.
Pemimpin
adalah orang yang paling banyak memberi sumbangsih dalam mempersatukan
kelompok, mampu menjembatani perbedaan-perbedaan, dan mampu menterjemahkan tiap
pendapat kelompok dengan cara memperhitungkan plus-minusnya tiap pendapat yang
berbeda. Kepemimpinan adalah kemampuan memelihara
keutuhan kelompok.
b.
Pemimpin adalah orang yang
paling banyak sumbangsih dalam upaya mencapai tujuan atau kepentingan kelompok.
Kepemimpinan adalah kemampuan memperdayakan orang lain untuk mencapai tujuan.
c. Pemimpin adalah orang yang
bisa berperan memenuhi kebutuhan situasi.
Secara umum Pemimpin dapat dibagi
dua :
- Pemimpin formal.
Pemimpin
karena ditunjuk sebagai pemimpin berdasarkan keputusan pengangkatan resmi
untuk memegang satu jabatan dalam organisasi lembaga dengan segala hak dan
kewajiban untuk mencapai tujuan organisasi tersebut.
- Pemimpin informal
Orang yang tidak mendapat pengangkatan
secara formal sebagai pemimpin, namun karena ia memiliki sejumlah kualitas dan
keunggulan, maka dia mencapai kedudukan pemimpin sebab ia memiliki kemampu
mempengaruhi kondisi psikis dan perilaku suatu kelompok atau masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar