Rabu, 20 November 2013

KEPEMIMPINAN KRISTEN OLEH RANI SIMBOLON MAHASISWI IKSM

I. LEADER AND LEADERSHIP

KOMPETENSI SUBTANSI KAJIAN :
Mahasiswa mampu menjelaskan urgensi kepemimpinan Kristiani menurut visi dan pengalamannya.

INDIKATOR HASIL BELAJAR :
Membedakan pemimpin dan kepemimpinan. Kepemimpinan umum dan kepemimpinan Kristiani.
Menjelaskan hakikat kepemimpinan Kristiani dan urgensinya bagi mahasiswa.
Mahasiswa termotivasi untuk mengembangkan bakat serta potensi kepemimpinan yang ada di dalam dirinya.


URAIAN MATERI
A. LEADER (pemimpin)
            Kata kemimpinan, berasal dari akar kata pemimpin (leader) yang berarti orang yang memimpin, berjalan di depan menuntun sejumlah orang/kelompok berdasarkan pengaruh yang dimilikinya menuju suatu tujuan bersama (menggerakan/ mempengaruhi bawahanya guna melaksanakan tugas – pekerjaan ke arah tujuan). Menurut Leighton pemimpin berarti “ Take the lead and more people to follow them “. Dalam Kamus besar bahasa Indonesia, memimpin diartikan sebagai memegang tangan seseorang sambil berjalan untuk menuntun, menunjuk jalan, membimbing dan memandu.
            Dari pemahaman di atas seorang pemimpin seharusnya adalah pribadi yang memiliki pribadi  elemen dasar yang baik seperti karakter, integritas, kemampuan kecakapan khusus dan hubungan yang baik dengan bawahan serta punya komitmen terhadap kepemimpinannya. Karena itu seorang pemimpin harus memiliki kriteria :
-          The leader is who knows the way (mengetahui jalan yang akan ditempuh).
-          The leader is who shows the way (mampu menunjukkan jalan yang akan ditempuh itu.
-          The leader goes by the way (mau berjalan di depan memimpin orang-orang yang akan dipimpinnya.
Selain kriteria-kriteria di atas, ia juga harus memiliki kekuatan (strength) ; penguasaan diri (self mastery), kekuatan tindakan (action) dan kekuatan hubungan (relationship). Pemimpin harus memberi tuntunan, mau berjalan di depan memberi contoh kepada orang-orang yang dipimpinnya). Seorang pemimpin akan berhasil dalam tugasnya bilamana mengombinasikan criteria di atas dan ketiga kekuatan (strengths) itu secara utuh, menyeluruh, dan terpadu.
Pemimpin dan kepemimpinan belum tentu identik. Seorang pemimpin belum tentu berjiwa pemimpin, sebab bisa jadi ia berkedudukan pemimpin karena memaksakan diri.Beberapa prinsip dasar tentang kepemimpinan dapat kita lihat dari ilustrasi berikut ini. Sekelompok wisatawan terdampar di satu pulau kecil karena kerusakan kapal. Di antara mereka terjadi perbedaan pendapat. Sebagian ingin berdiam di situ menunggu pertolongan, sebagian ingin berjalan mencari desa terdekat untuk meminta pertolongan. Dalam keadaan seperti ini dibutuhkan seorang pemimpin (Sebenarnya pemimpin sudah ada pemansu wisata, tetapi dia tidak mampu mengendalikan situasi itu, mungkin ia ketakutan, dan bingung menghadapi perbedaan-perbedaan pendapat yang terjadi. Dalam situasi seperti itu muncul seseorang yang secara wajar menjalankan kepemimpinan. Ketika semua orang cemas, ia tetapm tenang. Ia bisa menenteramkan kelompok dari kecemasan. Ia menjadi penengah dalam pertikaian pendapat. Ia mampu meyakinkan kelompok untuk melakukan sesuatu. Ia menawarkan jalan keluar yang akseptabel di mata tiap anggota kelompok. Pemimpin yang informal inilah yang menjalankan kepemimpinan.
Ada beberapa yang dapat kita lihat dari ilustrasi di atas :
a.       Pemimpin adalah orang yang paling banyak memberi sumbangsih dalam mempersatukan kelompok, mampu menjembatani perbedaan-perbedaan, dan mampu menterjemahkan tiap pendapat kelompok dengan cara memperhitungkan plus-minusnya tiap pendapat yang berbeda. Kepemimpinan adalah kemampuan memelihara keutuhan kelompok.
b.      Pemimpin adalah orang yang paling banyak sumbangsih dalam upaya mencapai tujuan atau kepentingan kelompok. Kepemimpinan adalah kemampuan memperdayakan orang lain untuk mencapai tujuan.
c.  Pemimpin adalah orang yang bisa berperan memenuhi kebutuhan situasi.
            Secara umum Pemimpin dapat dibagi dua :
  1. Pemimpin formal.
      Pemimpin karena ditunjuk sebagai pemimpin berdasarkan keputusan pengangkatan resmi untuk  memegang satu jabatan dalam  organisasi lembaga dengan segala hak dan kewajiban untuk mencapai tujuan organisasi tersebut.
  1. Pemimpin informal
      Orang yang tidak mendapat pengangkatan secara formal sebagai pemimpin, namun karena ia memiliki sejumlah kualitas dan keunggulan, maka dia mencapai kedudukan pemimpin sebab ia memiliki kemampu mempengaruhi kondisi psikis dan perilaku suatu kelompok atau masyarakat.


KEPEMIMPINAN KRISTEN OLEH RANI SIMBOLON MAHASISWI IKSM

I. LEADER AND LEADERSHIP

KOMPETENSI SUBTANSI KAJIAN :
Mahasiswa mampu menjelaskan urgensi kepemimpinan Kristiani menurut visi dan pengalamannya.

INDIKATOR HASIL BELAJAR :
Membedakan pemimpin dan kepemimpinan. Kepemimpinan umum dan kepemimpinan Kristiani.
Menjelaskan hakikat kepemimpinan Kristiani dan urgensinya bagi mahasiswa.
Mahasiswa termotivasi untuk mengembangkan bakat serta potensi kepemimpinan yang ada di dalam dirinya.


URAIAN MATERI
A. LEADER (pemimpin)
            Kata kemimpinan, berasal dari akar kata pemimpin (leader) yang berarti orang yang memimpin, berjalan di depan menuntun sejumlah orang/kelompok berdasarkan pengaruh yang dimilikinya menuju suatu tujuan bersama (menggerakan/ mempengaruhi bawahanya guna melaksanakan tugas – pekerjaan ke arah tujuan). Menurut Leighton pemimpin berarti “ Take the lead and more people to follow them “. Dalam Kamus besar bahasa Indonesia, memimpin diartikan sebagai memegang tangan seseorang sambil berjalan untuk menuntun, menunjuk jalan, membimbing dan memandu.
            Dari pemahaman di atas seorang pemimpin seharusnya adalah pribadi yang memiliki pribadi  elemen dasar yang baik seperti karakter, integritas, kemampuan kecakapan khusus dan hubungan yang baik dengan bawahan serta punya komitmen terhadap kepemimpinannya. Karena itu seorang pemimpin harus memiliki kriteria :
-          The leader is who knows the way (mengetahui jalan yang akan ditempuh).
-          The leader is who shows the way (mampu menunjukkan jalan yang akan ditempuh itu.
-          The leader goes by the way (mau berjalan di depan memimpin orang-orang yang akan dipimpinnya.
Selain kriteria-kriteria di atas, ia juga harus memiliki kekuatan (strength) ; penguasaan diri (self mastery), kekuatan tindakan (action) dan kekuatan hubungan (relationship). Pemimpin harus memberi tuntunan, mau berjalan di depan memberi contoh kepada orang-orang yang dipimpinnya). Seorang pemimpin akan berhasil dalam tugasnya bilamana mengombinasikan criteria di atas dan ketiga kekuatan (strengths) itu secara utuh, menyeluruh, dan terpadu.
Pemimpin dan kepemimpinan belum tentu identik. Seorang pemimpin belum tentu berjiwa pemimpin, sebab bisa jadi ia berkedudukan pemimpin karena memaksakan diri.Beberapa prinsip dasar tentang kepemimpinan dapat kita lihat dari ilustrasi berikut ini. Sekelompok wisatawan terdampar di satu pulau kecil karena kerusakan kapal. Di antara mereka terjadi perbedaan pendapat. Sebagian ingin berdiam di situ menunggu pertolongan, sebagian ingin berjalan mencari desa terdekat untuk meminta pertolongan. Dalam keadaan seperti ini dibutuhkan seorang pemimpin (Sebenarnya pemimpin sudah ada pemansu wisata, tetapi dia tidak mampu mengendalikan situasi itu, mungkin ia ketakutan, dan bingung menghadapi perbedaan-perbedaan pendapat yang terjadi. Dalam situasi seperti itu muncul seseorang yang secara wajar menjalankan kepemimpinan. Ketika semua orang cemas, ia tetapm tenang. Ia bisa menenteramkan kelompok dari kecemasan. Ia menjadi penengah dalam pertikaian pendapat. Ia mampu meyakinkan kelompok untuk melakukan sesuatu. Ia menawarkan jalan keluar yang akseptabel di mata tiap anggota kelompok. Pemimpin yang informal inilah yang menjalankan kepemimpinan.
Ada beberapa yang dapat kita lihat dari ilustrasi di atas :
a.       Pemimpin adalah orang yang paling banyak memberi sumbangsih dalam mempersatukan kelompok, mampu menjembatani perbedaan-perbedaan, dan mampu menterjemahkan tiap pendapat kelompok dengan cara memperhitungkan plus-minusnya tiap pendapat yang berbeda. Kepemimpinan adalah kemampuan memelihara keutuhan kelompok.
b.      Pemimpin adalah orang yang paling banyak sumbangsih dalam upaya mencapai tujuan atau kepentingan kelompok. Kepemimpinan adalah kemampuan memperdayakan orang lain untuk mencapai tujuan.
c.  Pemimpin adalah orang yang bisa berperan memenuhi kebutuhan situasi.
            Secara umum Pemimpin dapat dibagi dua :
  1. Pemimpin formal.
      Pemimpin karena ditunjuk sebagai pemimpin berdasarkan keputusan pengangkatan resmi untuk  memegang satu jabatan dalam  organisasi lembaga dengan segala hak dan kewajiban untuk mencapai tujuan organisasi tersebut.
  1. Pemimpin informal
      Orang yang tidak mendapat pengangkatan secara formal sebagai pemimpin, namun karena ia memiliki sejumlah kualitas dan keunggulan, maka dia mencapai kedudukan pemimpin sebab ia memiliki kemampu mempengaruhi kondisi psikis dan perilaku suatu kelompok atau masyarakat.